Pemkab Garut Diduga Lakukan Pembiaran, Walhi Jabar Menggugat?

- 11 Juni 2024, 21:55 WIB
SALURAN air yang digunakan warga Kelurahan Sukamenteri untuk mengairi sawahnya yang sudah tercemar limbah pengolahan kulit Sukaregang. Hal ini menyebabkan tanaman padi tumbuh tidak sempurna sehingga jumlah hasil panen selalu menurun bahkan kadang sampai gagal panen.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN
SALURAN air yang digunakan warga Kelurahan Sukamenteri untuk mengairi sawahnya yang sudah tercemar limbah pengolahan kulit Sukaregang. Hal ini menyebabkan tanaman padi tumbuh tidak sempurna sehingga jumlah hasil panen selalu menurun bahkan kadang sampai gagal panen.*/AEP HENDY/KABAR PRIANGAN /AEP HENDY/KABAR PRIANGAN  /

Priangan Insider - Terjadinya pencemaran lingkungan pada dua anak sungai dan sungai Cimanuk yang diakibatkan limbah beracun penyamakan kulit Sukaregang, Kabupaten Garut, Jawa Barat sudah ada pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah termasuk pihak pengusaha yang melakukan penyamakan kulit.

"Bahaya racun yang mencemari lingkungan sudah tinggi dan perlu membutuhkan waktu lama untuk melakukan pemulihan. Kami akan melakukan gugatan serta mempidanakan sesuai dengan Undang-Undang 32 tahun 2009," ujar Direktur Ekskutif Walhi Jabar, Wahyudin Iwang, Selasa (11/6/2024).

Dikatakan Wahyudin, pencemaran zat kimia yang berasal dari penyamakan kulit Sukaregang, saat ini sudah menyebar hingga Kabupaten Sumdedang, melalui saluran air sungai Cimanuk.

Baca Juga: Yudha Puja Turnawan, Anggota DPRD Kabupaten Turun Langsung Beri Bantuan Korban Rumah Roboh

"Banyak ekosistem yang sudah tercemar bahkan, lahan pertanian juga ikut tercemar. Nah yang menjadi heran kami, kenapa pemerintah seakan-akan tutup mata dengan persoalan yang saat ini terjadi. Ini sudah 40 tahun lamanya," ujar Wahyudin.

Ia menjelaskan, pemulihan sungai Cimanuk yang aliran sungainya sampai Kabupaten Sumedang, membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Soalnya, racun yang sudah menyebar bukan terjadi saat ini saja.

"Sama saat itu dengan sungai Citarum, sungai Cimanuk bisa saja masuk dalam program tersebut dengan catatan masuk dalam RPJMD, dan diusulkan pada pemerintah pusat. Citarum Harum program pemerintah pusat setelah adanya Pertauran Presiden (Perpres)," ungkapnya.

Baca Juga: Curah Hujan Tinggi Sering Dituding Biang Keladi Bencana Alam atau Ada Faktor Lain?

Namun untuk sungai Cimanuk Kabupaten Garut, masuk dalam RPJMD atau tidak. Ini yang seharusnya dilihat.

Halaman:

Editor: Robi Taufiq Akbar


Tags

Artikel Pilihan

Terkait

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah